Jumat, 18 April 2014 

SISTEM INFORMASI
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Kabupaten Kulon Progo
   Home     Narasi     Tabel Login   

Data Kegiatan

Urusan
Laporan


22. Urusan Sosial
a. Program Pemberdayaan Fakir Miskin , Komunitas Adat Terpenci l(KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
1) Pelayanan Pemberian Bantuan Sosial/Hibah
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.19.228.900,-   realisasi Rp.18.968.800,-   SDM: 6 orang
Keluaran (outputs)
:
terlaksananya pemberian bantuan sosial / hibah bagi PMKS, paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo
Hasil (outcomes)
:
tersalurkannya bantuan sosial / hibah bagi PMKS , paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo
Manfaat (benefits)
:
berkurangnya beban bagi PMKS , paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo
Dampak (impacts)
:
meningkatnya kemampuan dan kemandirian PMKS , paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo

2) Peningkatan Kemampuan Berusaha bagi Keluarga Miskin
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.79.051.200,-   realisasi Rp.78.792.400,-   SDM: 0 orang
Keluaran (outputs)
:
terlaksananya pemberian bantuan sosial / hibah bagi PMKS, paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo
Hasil (outcomes)
:
tersalurkannya bantuan sosial / hibah bagi PMKS , paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo
Manfaat (benefits)
:
berkurangnya beban bagi PMKS , paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo
Dampak (impacts)
:
meningkatnya kemampuan dan kemandirian PMKS , paca, lansia, Panti Asuhan, dan Panti Jompo

Realisasi Pelaksanaan Program
b. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
1) Peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.93.227.400,-   realisasi Rp.84.517.400,-   SDM: 16 orang
Keluaran (outputs)
:
terlaksananya pembinaan terlaksananya pembinaan PSM, Karang Taruna, komda lansia, LK 3, FK PSM, PPCKP, dan PMI serta seleksi PSM, Orsos, KT, PSM, KT, berprestasi untuk maju ketingkat provinsi
Hasil (outcomes)
:
terwujudnya PSM, Karang Taruna dan Orsos berprestasi untuk maju ke tingkat provinsi
Manfaat (benefits)
:
meningkatnya pengetahuan dan kemampuan PSM, Karang Taruna dan Orsos
Dampak (impacts)
:
terwujudnya PSM, Karang Taruna dan Orsos yang berkualitas

2) Penenganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan Kejadian Luar Biasa
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.57.447.500,-   realisasi Rp.53.909.000,-   SDM: 9 orang
Keluaran (outputs)
:
Tertanganinya kejadian darurat akibat bencana dan kejadian luar biasa secara baik dan cepat serta terlaksananya operasional dan fasilitasi persediaan logistik penanggulangan bencana
Hasil (outcomes)
:
Penanganan korban bencana
Manfaat (benefits)
:
berkurangnya beban korban bencana
Dampak (impacts)
:
meningkatnya pelayanan korban bencana

3) Pelayanan Panti Sosial
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.31.337.300,-   realisasi Rp.30.772.300,-   SDM: 26 orang
Keluaran (outputs)
:
terlaksananya pelayanan panti sosial (opersional panti)
Hasil (outcomes)
:
terwujudnya pelayanan sosial (opersional panti)
Manfaat (benefits)
:
tertanganinya PMKS di wilayah Kulon Progo
Dampak (impacts)
:
berkurangnya permasalahan sosial

4) Pendistribusian Raskin
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.127.370.000,-   realisasi Rp.127.369.400,-   SDM: 9 orang
Keluaran (outputs)
:
terlaksananya koordinasi, distribusi dan monitoring distribusi raskin.
Hasil (outcomes)
:
Diketahuinya kendala dan permasalahan pelaksanaan distribusi raskin
Manfaat (benefits)
:
terwujudnya kelancaran pelaksanaan distribusi Raskin dan tambahan Raskin
Dampak (impacts)
:
meningkatnya pelayanan bagi kesejahteraan rumah tangga miskin

Realisasi Pelaksanaan Program
c. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial
1) Peningkatan jejaring kerjasama Pelaku-pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.541.014.750,-   realisasi Rp.513.811.800,-   SDM: 12 orang
Keluaran (outputs)
:
Terlaksananya pembekalan , pembinaan kader sebanya 103 kader dan jejaring kerjasama pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat
Hasil (outcomes)
:
Terwujudnya jejaring kerjasama pelaku-usaha kesejah teraan sosial
Manfaat (benefits)
:
Meningkatnya pemberdayaan kelembagaan sosial
Dampak (impacts)
:
Meningkatnya kesejahteraan sosial

2) Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat
 
Masukan (inputs)
:
dana alokasi Rp.93.237.500,-   realisasi Rp.91.834.000,-   SDM: 16 orang
Keluaran (outputs)
:
terlaksananya pembinaan PSM, Karang Taruna, komda lansia, LK 3, FK PSM, PPCKP, dan PMI serta seleksi PSM, Orsos, KT, PSM, KT, berprestasi untuk maju ketingkat provinsi
Hasil (outcomes)
:
terwujudnya PSM, Karang Taruna dan Orsos berprestasi untuk maju ke tingkat provinsi
Manfaat (benefits)
:
meningkatnya pengetahuan dan kemampuan PSM, Karang Taruna dan Orsos
Dampak (impacts)
:
terwujudnya PSM, Karang Taruna dan Orsos yang berkualitas

Realisasi Pelaksanaan Program
Realisasi Pelaksanaan Urusan

 

22. Urusan Sosial

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan sesuai Indikator Kinerja dalam RPJMD yaitu sebagai berikut :

 

 

No

Sasaran

Indikator Kinerja

Capaian Kinerja

2012

2013

Target

Realisasi

1 

 

 

 

Terwujudnya peningkatan pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial

Persentase korban bencana yang menerima bantuan sosial selama tanggap darurat

100%

100%

100%

Persentase korban bencana yang dievakuasi dengan menggunakan sarana prasarana tanggap darurat lengkap.

100%

100%

100 %

Cakupan pelayanan sosial PMKS

20%

25%

25 %

 

Terwujudnya pembinaan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial

Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar

56,09%

77%

57,82%

Persentase PMKS yang menerima program pemberdayaan sosial melalui kelompok usaha bersama (KUBE) atau kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya.

15,33%

60,50%

20,26%

Cakupan anak terlantar yang dibina

4%

2%

5,51%

Persentase penyandang cacat fisik dan mental serta lansia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial

63,06%

25%

63,06%

Persentase para penyandang cacat dan eks trauma yang mendapat pembinaan

11,5%

25%

6,5%

Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi

21 panti

22 panti

21 panti

No

Sasaran

Indikator Kinerja

Capaian Kinerja

2012

2013

Target

Realisasi

   

Persentase panti asuhan/panti jompo yang mendapat pembinaan

100

100%

100%

Persentase eks penyandang penyakit sosial (eks napi, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya) yang mendapat pembinaan

23,16

30%

21,05%

 

Terwujudnya pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

Persentase Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial

100%

100%

100%

Jumlah PSKS yang aktif

40%

45%

50%

Persentase perusahaan yang berperan serta dalam peningkatatan kesejahteraan sosial

27,1%

15%

30%

 

 

a.      Persentase korban bencana yang menerima bantuan sosial selama tanggap darurat

Kejadian bencana selama tahun 2013 intensitasnya masih cukup tinggi meliputi tanah longsor, banjir, angin kencang dan kebakaran. Jumlah korban mencapai 472 KK, dan sudah mendapatkan bantuan sosial baik berupa logistik (beras, mie, sardent, minyak dan lainnya). Bantuan yang sudah tersalurkan untuk penanganan bencana alam dan bencana sosial (kebakaran) meliputi beras 620 kg, mie instan 7.280 bungkus, sarden 5.820 kaleng, Kecap 196 botol, Saos 204 botol, Minyak goreng 170 botol dan makanan siap saji 300 paket. Selain bantuan berupa makanan korban bencana juga diberikan bantuan berupa peralatan rumah tangga seperti peralatan dapur, pakaian, terpal dan tikar.

b.      Persentase korban bencana yang dievakuasi dengan menggunakan sarana prasarana tanggap darurat lengkap

Bencana alam yang terjadi  di Kabupaten Kulon Progo intensitasnya cukup tinggi, namun masih dalam skala kecil sehingga tidak memerlukan evakuasi dengan menggunakan prasarana tanggap darurat yang lengkap. Tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendapatkan bantuan 1 (satu) unit Truk Dapur Umum sebagai sarana pelayanan bagi korban bencana dari Kementrian Sosial republik Indonesia.

c.      Cakupan pelayanan sosial PMKS

Pelayanan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dilakukan dilakukan dengan berbagi bentuk penanganan, seperti pemberian bantuan sosial, pemberdayaan, pemberian pelayanan, serta treatment lain yang diperlukan bagi rehabilitasi dan pelayanan PMKS. Selain dengan dana APBD dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik panti sosial yang ada di Kulon Progo, maupun Panti/Yayasan sosial di luar Daerah, yaitu dengan beberapa Panti/Yayasan Sosial.

 

Tabel :

Daftar Panti / Yayasan Sosial

sebagai Mitra Kerja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

 

 

No

Nama Panti / Yayasan

Jenis Layanan

1

Panti Sosial Hafara

Lanjut usia terlantar, gelandangan, pengemis, anak jalanan, psikotik

2

Panti Sosial Abiyoso (Pakem )

Jompo

3

Panti Sosial Budiluhur (Kasongan)

Jompo

4

Yayasan Sayap Ibu

Anak Terlantar

5

Panti Sosial Wanita Karya

PSK

6

Panti Sosial (Pundong)

Jompo

7

Panti Sosial Cacat Netra (Sewon)

Cacat Netra

8

Panti Sosial Pamardi Putra (Kalasan)

Korban NAPZA

9

Panti Penaungan Sosial Karangkajen

Gelandangan, Psikotik

 

 

d.     Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar

Jika dirinci menurut jenis PMKS, maka persentase jumlah PMKS yang telah menerima bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar baru terealisasi 57,82% dari Target RPJMD Tahun 2013 sebesar 77 %.

PMKS yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar baik yang bersumber dari APBD maupun APBN dapat dirinci sebagi berikut :

Tabel :

Penerima Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Tahun 2013

 

 

No

Jenis Bantuan

Volume

Sumber Dana

1.

Beras Miskin (Raskin)

43.021 KK

APBN

3.

Program Keluarga Harapan

2.800 RTS

APBN

4.

Askesos

200 KK

APBN

5.

Bedah Rumah

380 KK

APBD

6.

Bantuan Lansia Miskin

625 orang

APBD

7.

Bantuan Penyandang Cacat Berat dan Sedang

225 orang

APBD

8.

Bantuan Anak Balita Terlantar

100 anak

APBD

10.

Bantuan bagi Yatim Piatu

100 anak

APBD

 

e.     Persentase PMKS yang menerima program pemberdayaan sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya

Program pemberdayaan fakir miskin dilakukan dengan kegiatan pelatihan manajemen usaha bagi keluarga miskin. Kegiatan ini merupakan upaya penumbuhan kelompok usaha bersama (KUBE) fakir miskin yang berjumlah 10 kelompok budidayan unggas. Jumlah penerima manfaat adalah 50 KK.

Selain itu dari dana APBN Tahun 2013 Kabupaten Kulon Progo mendapatkan alokasi bantuan untuk 30 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin yang bersumber dari APBN. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang, sehingga jumlah Kepala Keluarga penerima manfaat adalah 300 KK. Sampai dengan Tahun 2013 jumlah KUBE yang pernah dibantu baik dengan sumber APBD maupun APBN adalah 841 kelompok (8110 KK). Sehingga jika jika dibandingkan dengan jumlah Fakir Miskin yang seharusnya mendapatkan program pemberdayaan sosial (40.021 KK) baru sekitar 20,26%, sedangkan Target RPJMD Tahun 2013 sebesar 60,50%.

f.       Jumlah panti asuhan panti jompo dan rehabilitasi sosial

Jumlah panti asuhan dan panti jompo yang ada di kabupaten kulon progo Tahun 2013 telah mendekati Target RPJMD, yaitu 21 buah :

 

Tabel : Daftar Panti Sosial di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2013

 

 

No

Nama Panti

Alamat

1

PA Al Ghifari, Lendah

Gentan, Sidorejo, Lendah

2

PA Muhammadiyah, Wates

Kriyanan, Wates

3

PA Sancta Maria, Boro

Boro, Banjarasri, Kalibawang

4

PA Brayat Pinuji, Boro

Boro, Banjarasri, Kaliobawang

5

PA Muhammadiyah, Nanggulan

Jatisarono, Nanggulan

6

PA Al Alimiyyah, Sentolo

Srikayangan, Sentolo

7

PA Mambaul Hisan

Hargomulyo, Kokap

8

PA Sang Timur

Karang, Jatisarono, Nanggulan

9

PA Muh. Putra Daarussubusi

Beji, Wates

10

PA Darul Aitam

Karangwuluh,, Temon

11

PA Muhammadiyah Tuksono

Karang, Tuksono, Sentolo

12

PA Nurul Haromain

Taruban Kulon, Tuksono, Sentolo

13

PA Ibnu Fatah

Margosari, Pengasih

14

PW Sancta Monica, Boro

Boro, Banjarasri, Kalibawang

15

PA Rela Bhakti II, Wates

Triharjo, Wates

16

Asrama SDLB, Pengasih

Pengasih, Pengasih

17

PA Ash-Shidiqqiyah

Sremo Tengah, Hargowilis, Kokap

No

Nama Panti

Alamat

18

PA Bhakti Asih

Janti Kidul, Jatisarono, Nanggulan

19

PA Ahmad Sudjari

Jonggrangan, Jatimulyo, Girimulyo

20

PA Darul Ulum

Sorobayan, Tirtorahayu, Galur

21

PA Muh. Pandowan

Diren, Pandowan, Galur

 

 

g.     Persentase panti asuhan/panti jompo yang mendapat pembinaan

Tahun anggaran 2013 Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengalokasikan bantuan sebesar Rp. 60.000.000,00 untuk membantu biaya operasional 21 panti asuhan tersebut di atas. Besaran bantuan bervariasi sesuai dengan jumlah klien yang ada di panti. Selain baantuan operasional, setiap panti juga mendapatkan bantuan biaya permakanan yang bersumber dari APBD Propinsi, sehingga dari 21 panti yang ada di Kulon Progo sudah 100% mendapatkan pembinaan.

h.     Cakupan anak terlantar yang dibina

Dalam hal ini pengertian anak terlantar adalah anak yang berasal dari keluarga miskin, yang tidak mendapatkan pelayanan atas hak-hak dasarnya sebagai anak secara layak. Jumlah anak terlantar menurut hasil pendataan Dinas Sosial DIY tahun 2013 sejumlah 7.255 anak. Program penanganan dan pelayanan terhadap hal ini adalah melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Dari target RPJMD Tahun 2013 sebesar 2% sudah terealisasi sebesar 5,51%, yaitu dari peserta program PKSA sebanyak 300 anak, bantuan bagi anak balita terlantar melalui APBD sejumlah 100 anak.

i.       Persentase penyandang cacat fisik dan mental serta lansia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial

Data PMKS Tahun 2012 menunjukan bahwa jumlah Penyandang cacat fisik dan mental adalah 5.278 orang, sedangkan jumlah lanjut usia terlantar adalah 5.432 orang. Jumlah Lanjut Usia terlantar maupun penyandang cacat berat yang seharusnya mendapatkan jaminan berjumlah 409 orang. Tahun 2013 jumlah Lanjut Usia Miskin yang telah mendapatkan Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) yang bersumber dari APBN yaitu tiap orang 200.000 per bulan berjumlah 240 orang Sedangkan Asistensi Sosial Ornag dengan Kecacatan (ASODK) Berat yang telah mendapatkan Jaminan Sosial berjumlah 69 orang. Dari target RPJMD Kulon Progo Tahun 2013 sebesar 25% sudah terealisasi sebesar 63,06%.

j.       Persentase penyandang cacat dan eks trauma yang mendapat pembinaan

Pembinaan yang dilakukan mengarah pada upaya pemberdayaan penyandang disabilitas dilakukan melalui beberapa kegiatan, yang meliputi pemberian bantuan sosial kepada penderita cacat sedang sejumlah 120 orang x Rp 800.000,00, bantuan bagi penderita cacat berat sejumlah 78 orang x Rp 1.500.000,00. Selain itu juga pemberian sarana penunjang bagi Penyandang disabilitas berupa Kursi Roda sejumlah 81 unit dan Kruk sejumlah 20 unit melalui APBD.

Sehingga dari Target RPJMD Tahun 2013 sebesar 25%, baru terealisasi 6,5% (299 orang).

k.      Pesentase eks penyandang penyakit sosial, eks narapidana, eks narkoba dan penyakit sosial lainnya yang mendapat pembinaan

Pembinaan terhadap eks penyandang penyakit sosial dilakukan melalui APBD Propinsi maupun APBN yakni melalui Panti Sosial Pamardi Putra Kalasan, yaitu terhadap Korban NAPZA yang berjumlah 20 orang. Dari data PMKS Dinas Sosial DIY, jumlah korban NAPZA ada 95 orang, sehingga jika dibandingkan dengan Target RPJMD Tahun 2013 belum terpenuhi, yaitu 21,05% kurang dari target RPJMD sebesar 30%.

l.       Persentase Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKBSM) yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial

Jumlah Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat yang turut aktif dalam pelayanan kesejahteraan sosial di Kulon Progo berjumlah 15 lembaga. Seluruh WKSBM tersebut turut aktif dalam upaya pelayanan sosial kesejahteraan sosial bagi anggotanya.

m.    Jumlah PSKS yang aktif

Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang aktif di Kabupaten Kulon Progo adalah :

Tabel : PSKS aktif Kabupaten Kulon Progo Tahun 2013

 

 

No

Jenis PSKS

Jumlah

1

Pekerja Sosial Masyarakat

180

2

Taruna Siaga Bencana

123

3

Panti Sosial

21

4

Karang taruna

39

5

Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga

2

6

Lembaga Kesejahteraan Sosial

25

7

Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat

15

8

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan

103

9

KUBE

821

 

 

n.     Persentase perusahaan yang berperan serta dalam peningkatan kesejahteraan sosial

Jumlah Perusahaan di Kabupaten Kulon Progo baik yang berskala kecil, sedang maupun besar adalah 285 perusahaan. Dari jumlah tersebut baru terdapat 86 perusahaan yang mengikutsertakan pekerja/buruh perusahaannya dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Selain itu beberapa perusahaan juga telah aktif dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat seperti pemberian bantuan sosial berupa sembako, beasiswa bagi siswa miskin, bedah rumah, khitanan masal, pengobatan gratis dan beberapa program layanan sosial lainnya. Sehingga jika dilihat dari Target RPJMD Tahun 2013 sebesar 15%, maka jumlah perusahaan yang telah berperan serta dalam peningkatan kesejahteraan sosial telah melampaui target yaitu 27,1%.

 

Permasalahan dan Solusi 

Pembangunan kesejahteraan sosial di daerah dapat dilihat dari diterapkannya berbagai kebijakan dan program peningkatan kualtas hidup dan aksesibilitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terhadap pemberian pelayanan sosial dasar baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat. Hal ini terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat sangat miskin (fakir miskin), anak telantar, penyandang cacat, korban bencana (pengungsi), dan kelompok rentan lainnya. Keberpihakan pemerintah terhadap PMKS diwujudkan dengan peningkatan penyediaan sarana prasarana pelayanan dan rehabilitasi sosial, bantuan sosial, pemberdayaan sosial ekonomi, pemberian jaminan sosial dan peningkatan kualitas manajemen kelembagaan sosial masyarakat.

Pembangunan kesejahteraan sosial di Kabupaten Kulon Progo sampai saat ini belum dilakukan secara optimal, yang disebabkan oleh kapasitas kelembagaan sosial yang belum memadahi, SDM yang belum memadai, minimnya sarana dan prasarana pendukung serta kurangnya optimalnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pelayanan sosial. Di sisi lain permasalahan sosial, terutama penyandang sakit jiwa, orang terlantar, gelandangan, lanjut usia terlantar, korban bencana membutuhkan penanganan secara serius, di samping permasalahan–permasalahan sosial lainnya, sebagaimana dalam tabel  berikut  :

 

Tabel 3.1.  

Data PMKS Tahun 2013 Di Kabupaten Kulon Progo 

 

 

No

Jenis PMKS

Jumlah

1

Anak Balita Terlantar

897

2

Anak Terlantar

7255

3

Anak Jalanan

24

4

Anak dengan Kedisabilitasan

687

5

Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus dan

218

6

Lanjut Usia Terlantar

5432

7

Penyandang Disabilitas

4591

No

Jenis PMKS

Jumlah

8

Tuna Susila

1

9

Gelandangan

60

10

Pengemis

33

11

Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan

403

12

Korban Penyalahgunaan NAPZA

95

13

Korban Tindak Kekerasan Dewasa dan Lanjut Usia

684

14

Pekerja Migran Bermasalah

94

15

Korban Bencana Alam

237

16

Korban Bencana Sosial

3

17

Perempuan Rawan Sosial Ekonomi

1604

18

Fakir Miskin

52895

19

Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis

540

20

Rumah Tidak Layak Huni

5965

 

Sumber data : Dinas Sosial Propinsi DIY Tahun 2013

 

Selain PMKS, Kabupaten Kulon Progo juga memiliki potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) yang cukup potensial yang dapat digunakan untuk menjaga, menciptakan, mendukung atau memperkuat usaha kesejahteraan sosial. PSKS yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam upaya pembangunan kesejahteraan sosial adalah Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Organisasi Sosial (Orsos), Karang Taruna, Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial (WPKS), Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM).

Secara umum permasalahan sosial masih menjadi tantangan bagi penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kabupaten Kulon Progo, seperti :

a.      Masih tingginya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya fakir miskin, penyandang disabilitas dan rumah tidak layak huni.

b.      Terbatasnya sarana dan prasarana pelayanan dan rehabilitasi sosial, termasuk Panti Pelayanan Sosial yang memadai.

c.      Terbatasnya fasilitas jaminan sosial, perlindungan sosial bagi PMKS dan Pemberdayaan sosial bagi PMKS.

d.      Minimnya kapasitas kesiapsiagaan terhadap bencana alam/sosial sementara frekuensi/ variasi bencana sangat kompleks.

e.      Terbatasnya kapasitas sumber daya dan akses pekerja sosial masyarakat dan potensi kesejahteraan masyarakat lainnya;

f.       Terbatasnya akses informasi dan jejaring kerjasama bagi pelayanan penanganan PMKS;

g.      Terbatasnya kapasitas dan kepedulian Dunia Usaha (CSR) dan masyarakat dalam upaya penanganan berbagai permasalahan sosial.

 

Berbagai kebijakan telah dilakukan sebagai upaya mengatasi berbagai masalah penyelenggaraan sosial di Kabupaten Kulon Progo, yaitu dengan :

a.      Peningkatan jejaring kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial, seperti dengan LSM/NGO, CSR Perusahaan, serta perorangan atau lembaga-lembaga lain yang peduli terhadap penanganan PMKS; 

b.      Kabupaten Kulon Progo sudah selayaknya memiliki sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial, seperti Panti Sosial. Secara kelembagaan sudah ada UPTD Panti Sosial, namun sarana prasarana pendukung belum ada. 

c.      Perlu ada kebijakan yang mengarah pada pola jaminan sosial bukan bantuan sosial bagi PMKS yang tidak potensial, seperti Lanjut usia miskin, dan penderita cacat berat. Selain itu program-program penguatan kapasitas PMKS juga perlu terus dilakukan untuk mendorong kemandirian. 

d.      Upaya peningkatan jejaring kerjasama pelayanan PMKS dilakukan dengan adanya rekruitmen kader penanggulangan kemiskinan yang fungsinya sebagai pendamping sosial bagi PMKS dalam mengakses berbagai informasi dan sumber pelayanan yang ada. 

e.      Semangat kesetiakawanan sosial yang perlu terus dikembangkan kepada seluruh elemen, sehingga nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong-royong mampu menjadi modal sosial yang kuat dalam upaya penanganan berbagai masalah sosial.

2. Tingkat Capaian Indikator Kinerja Kunci (IKK)

22

Sosial

 

68

Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi

Menunjukkan jumlah sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo, panti rehabilitasi, rumah singgah dll yang terdapat di suatu daerah

(20 Panti Asuhan, 1  Panti Jompot) 

21 buah

 

Dinas Sosial Nakertrans

69

Presentase penyandang cacat baik fisik dan mental, serta lanjut usia yang tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial

Jumlah penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial dalam satu tahun

----------------------------------------------------- x 100%

Jumlah penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang seharusnya menerima jaminan sosial dalam satu tahun

309

------- X 100

409

 

63,06% 

Dinas Sosial Nakertrans

70

PMKS yg memperoleh bantuan sosial

Jumlah PMKS yang diberikan bantuan

----------------------------------------------- x 100 %

Jumlah PMKS yang seharusnya menerima bantuan

40.371

-----------X 100

81869

49,31% 

Dinas Sosial Nakertrans

 

3)    Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara Urusan Wajib

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo

4)   Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional

 

     a. Jumlah Pegawai                         = 83 orang

     b. Kualifikasi Pendidikan              

         - SD                      = 2 orang

         - SMP                    = 1 orang

         - SMA/K/MA            = 31 orang

         - Diploma I/II/III    = 7 orang

         - D IV/ Sarjana       = 36 orang

         - Pasca Sarjana      =  6 orang

     c. Pangkat/Golongan

         - Golongan I           =   1 orang

         - Golongan II          = 12 orang

         - Golongan III         = 62 orang

         - Golongan IV          =  8  orang

     d. Pejabat Struktural/Fungsional

         - Eselon II              =  1 orang

         - Eselon III             = 5  orang

         - Eselon IV              =  15  orang

         - Eselon  V              = 0  orang

         - JFU                      = 39  orang

         - Jab Fungsional Tertentu

            1. Instruktur Latihan Kerja = 19 orang

            2.  Mediator                      =  1 orang

            3.  Pengantar Kerja            =  2 orang

            4.   PSM                            =  1 orang

 

 





Copyright © 2010 Setda Kab. Kulon Progo